Monday, November 24, 2025
Friday, December 20, 2024
Wednesday, October 16, 2024
Sunday, September 29, 2024
Thursday, September 12, 2024
Pameran Seni Rupa "SUAR SAMSARA". September 14th, 2024 at TAT Art Space
Art Haus dengan bangga mempersembahkan Grand Opening dengan Pameran Kelompok yang menampilkan ekspresi kebebasan dari beberapa seniman hebat di Bali dengan kolaborasi bersama Bali Art Guide. September 14th, 2024
Tuesday, September 10, 2024
SEMARALOKA Dualitas Rupa, Manunggal Rasa. Pameran Seni Rupa Dua Perupa, Ketut Adi Candra & Gusti Buda
ARTIST TALK Solo Art Exhibition by Ni Way at Sudakara Art Space, Sudamala Resort, Sanur - Bali
“Pantai Pantai” (Beaches) A solo showcase by @marioandisupria at @paddle.id
Monday, August 26, 2024
Pameran Rare Batuan Kawitan Masa Depan at Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), August 26th - September 2nd 2024
Bentara Budaya Bali sepenuh hormat mengundang Sahabat pada Pameran Rare Batuan “𝑲𝒂𝒘𝒊𝒕𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒔𝒂 𝑫𝒆𝒑𝒂𝒏”.
Pameran ini merupakan kolaborasi Bentara Budaya Bali, Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan, dan didukung Taman Budaya Provinsi Bali.
Pameran diresmikan oleh Prof. Dr. Wayan 'Kun' Adnyana (Rektor ISI Denpasar) pada:
🗓️ 𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝟮𝟱 𝗔𝗴𝘂𝘀𝘁𝘂𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟰
⏰ Pukul 17.00 WITA
📍 Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali
Pameran Berlangsung:
🗓️ 26 Agustus-2 September 2024
⏰ Pukul 10.00-17.00 WITA
Menghadirkan 40 lukisan hitam putih kreasi anak-anak dan remaja (rare) yang menekuni seni lukis gaya Batuan, selaras semangat memaknai Bulan Kebangsaan yang jatuh pada bulan Agustus. Tajuk Kawitan Masa Depan, hakikatnya dapat dibaca dan diapresiasi sebagai perayaan kebersamaan lintas generasi; di mana sejarah dan warisan nilai leluhur tidak berhenti sebagai artefak atau arsip ingatan, melainkan diwujudkan dalam luapan energi penciptaan.
Pameran ini tertaut pula pameran besar lintas generasi perupa Batuan bertajuk "𝗔 𝗧𝗿𝗶𝗯𝘂𝘁𝗲 𝘁𝗼 𝗜 𝗡𝘆𝗼𝗺𝗮𝗻 𝗡𝗴𝗲𝗻𝗱𝗼𝗻" yang akan diselenggarakan pada 3-22 September 2024 di Museum ARMA, Ubud.
Mari hadir dan apresiasi 🙏😊
Saturday, August 10, 2024
Friday, July 5, 2024
Friday, June 28, 2024
Monday, February 19, 2024
Friday, September 29, 2023
Tuesday, July 25, 2023
Tuesday, July 18, 2023
Thursday, June 22, 2023
DIRECT MESSAGE - Djaja Tjandra Kirana 60 Tahun Berkarya, a Painting Exhibition. at Maya, Sanur. June 28th, 2023 - 6:30PM
/.
DIRECT MESSAGE DJAJA TJANDRA KIRANA
Djaya Tjanda Kirana yang akrab dipanggil Ko Atjeng, adalah sosok petualang seni. Sejak 1960 an ia menggeluti secara serius dua entitas kesenian yang membuatnya hidup nyaman dalam kesederhanaan. Di dunia fotografi Tjandra Kirana melewati berbagai fase penting.
Transformasi teknologi mulai dari sistem analog yang kuna, kemudian pindah ke semi digital sampai pada era digital penuh yag juga kita rasakan hari ini. Pengalaman demi pengalaman ia rasakan, semuanya menantang kecerdasan berfikir berujung pada persoalan estetika. Alhasil, dari kerja keras, tekun dan teliti yang dilakukan telah mengantarkannya pada berbagai pencapaian. Penghargaan Nasional dan Internasional ia raih, bahkan pada 1990, Pemerintah Thailand menganugrahkan Gelar Honouris Causa bidang fotografi kepadanya.
Di kancah seni rupa, siapa kalangan seni yang tak mengenalnya? Ketekunan dan totalitas berkarya seakan menjadi medium interaksi bagi Tjadra Kirana dalam menjalin kekerabatan antar seniman . Penjelajahan sebagai 'penaklukan' media baru ke media yang lain adalah bukti keteladanan iman keseniamanan seorang Djaja Tjandra Kirana. Proses kreatifnya seakan tak memilih waktu. Kapanpun baginya asal ada memungkinkan ia pun menggambar, apapun objeknya.
Sepuluh tahun belakangan di samping tekun menggeluti cat air, Tjandra serius menekuni media kertas China - rice paper - ini sebagai penghormatan atas bakat seni yang menurun dari leluhurnya di sebuah kewasan sejuk di Tiongkok. Ia mengumpulkan sejumlah seniman di Bali untuk diberi wawasan tentang penggunaan rice paper. Tidak hanya itu keseriusannya dengan kertas padi pun dia paparkan ke derbagai instidltusi seni. Acap kali Tjandra mengajar, memberikan workshop penggunaan media rice paper di Perguruan tinggi. Sejumlah pameran pun dilakukan khusus untuk memperkenalkan kertas asli produksi bangsa Tirai bambu yang biasa digunakan melukis kaligrafi di Tiongkok. Walhasil ia pun terpilih sebagai Ketua perkumpulan Rice Paper Chapter Bali.
Usianya sekarang genap 79 tahun, ia senior dalam peradaban seni rupa Bali. Tak banyak seniman seusianya yang bisa guyub menjalin relasi bersama seniman muda, berdiskusi tentang teknik dan perkembangan seni rupa kontemporer dunia. Tjandra tetap melakukan itu, bahkan kerap mengundang sejumlah seniman untuk berkunjung ke studio nya di kawasan Jalan Teuku Umar Denpasar. Inilah yang membuat sosok Tjandra terkenang di kalangan seniman tua muda.
Dalam peringatan hari jadinya yang ke 79, akhir Juni nanti Djaja Tjandra Kirana akan menggelar tak kurang dari 60 karya fotografi dan lukisan di Maya Sanur, Resort & Spa. Pameran yang diberi judul Direct Message, dimaksudkan untuk memberikan pesan langsung kepada kalangan seni atas kiprah kreatif dan pencapaian seorang seniman dalam rentang waktu 60 tahun berkarya. Tjandra beruntung segala aktifitas seninya mendapat dukungan penuh dari istrinya, Lili.
Sungguh menarik, para seniman muda akan diberikan pesan langsung tentang hal yang belum pernah mereka diketahui.
Sebagaimana kita pahami era 1960 an dinamika seni rupa dan penciptaan amat lekat dari beban politik, jika salah langkah bisa berujung kesengsaraan. Kecurigaan terhadap kreasi selalu terjadi. Peristiwa semacam itu berhasil dilewati dengan baik oleh Tjandra Kirana. Ini tentu bisa dimaknai sebagai keteladanan mental yang semangatnya bisa kita rujuk dalam kehidupan berkesenian hari ini.
Lukisan yang dihadirkan dalam pameran Direct Message bertarikh antara tahun 1990 hingga 2022. Lompatan ide dan gagasan tampak dari dokumen tantang kecermatan Tjandra Kirana mendeformasi sosok penari Bali, wayang kamasan dan alam benda yang sakral kemudian beralih untuk bermain pada objek buah²an sejak 2020. Smentara karya fotografi merupakan hasil bidilan di masa sulit. Sebagian karya foto yang dipajang telah meraih penghargaan Nasional dan internasional.
Direct Message, di samping sebagai perayaan diri, juga menjadi wahana untuk menyampaikan secara langsung sebagian buah pemikiran Ko Atjeng setelah ia melintasi 60 tahun perjalanan dua sisi serat kesenian yang tak bisa ia pisahkan.
Karena itu mari bersama kita pahami semuanya pada Rabu, 28 Juni 2023, pukul 18.30 wita di Hotel maya Sanur, Jl Danau Tamblingan.
Catch, Ema Sukarelawanto, Tien Hong, Made Kaek, Tjandra Hutama















































